Gapoktan

Kelompok tani “Melati” Kelurahan Polehan secara tidak langsung dapat dipergunakan sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas usaha tani, melalui pengelolaan pertanian perkotaan / urban farming yakni bertanam pada lahan sempit. Melihat Kondisi wilayah Kelurahan Polehan merupakan daerah perkotaan padat dan sudah tidak banyak ditemui tanah kosong.
Kelompok tani “Melati” juga digunakan sebagai media belajar organisasi dan kerjasama antar warga / Kader. Kelompok tani “Melati” sebagai wadah organisasi dan bekerja sama antar anggota mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat di Kelurahan Polehan.

Fungsi Kelompok Tani “Melati”
1. Sebagai Kelas Belajar.
2. Sebagai Wahana Kerjasama.
3. Sebagai organisasi kegiatan bersama

Kelas Kemampuan kelompok Tani
keefektifan kelompok tani dalam mencapai tujuannya dapat dilihat pada stratifikasi kemampuan kelompok tani, maka kemampuan kelas kelompok tani dibagi menjadi empat, yaitu :
a. Kelas Pemula
b. Kelas Lanjut
c. Kelas Madya
d. Kelas Utama.

Gapoktan  “Melati” Kelurahan Polehan


Pada tahun 2010 kelompok tani “Melati” yang ada di Kelurahan Polehan ini masih menggunakan dana pribadi dalam hal ini membiayai diri sendiri (kelompok) dan  belum mempunyai keabsahan tetapi memiliki peraturan yaitu tiap anggota harus memiliki 40 pot yang berisi bunga dan tanaman sayuran.

 

Berdirinya kelompok tani ini ditandai dengan penerimaan Surat Keputusan (SK) dari Kelurahan Polehan. Gapoktan “Melati” memiliki 20 orang anggota, adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Gapoktan “Melati” Kelurahan Polehan.

  1. Mengikuti pameran
    2. Studi banding
  2. Mengikuti pelatihan yang di buat oleh dinas pertanian ataupun Balai Lembaga Pelatihan Singosari
    4. Menjual jasa hasil pertanian
  3. Penyuluhan Ke Sekolah dan wilayah RT di Kelurahan Polehanyang menjadi anggota dalam kelompok tani “Melati” Kelurahan Polehan yang mampu dan mau meluangkan diri untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang bermanfaat bagi orang lain
    dan juga bagi dirinya sendiri . Peran yang dalam kelompok antara lain peran Pemimpin dan Anggota.

Peran Ketua Gakpoktan
Sebagai pemimpin organisasi adalah sebagai berikut :
a. Merencanakan/Perencanaan (merencanakan hal/kegiatan yang akan dilakukan).
b. Mengorganisir (mengatur dan membagi tugas dan tanggungjawab/ pendelegasian kepada bawahan).
c. Mengontrol (mengecek atau meminta laporan kemajuan kegiatan).
d. Koordinasi (membagi tugas dan kerjasama antar seksi-seksi dalam kegiatan diluar maupun saat-saat rapat).
Peran Sekretaris
Peran seorang sekretaris adalah sebagai berikut :
a. Membuat surat undangan rapat.
b. Membuat surat permohonan bantuan dana (proposal).
c. Mencatat hasil-hasil keputusan yang disepakati dalam rapat yakni usulan, kritik maupun  saran.
d. Membuat surat keputusan yang dikeluarkan ketua antara lain surat keputusan delegasi dan surat keputusan koordinator seksi-seksi.
e. Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan – kegiatan kelompok.
f. Membuat arsip surat masuk atau keluar.

Peran Bendahara
Peran seorang bendahara adalah sebagai berikut :
a. Menyimpan dan mengeluarkan uang
b. Membukukan segala pengeluaran dan menerima bahkan mencatat tanggal uang masuk beserta sumber dan jumlah dana.
c. Mengeluarkan uang serta mencatat jumlah (banyaknya uang), tanggal, penerima, serta kegunaan uang tersebut.
d. Menyediakan nota (kwitansi) uang masuk dan meminta nota pembelian atas kegunaan  dana.
e. Membuat laporan keuangan dan membukukan laporan keuangan iuran pokok, wajib maupun sumbangan sukarela anggota f. Meminta persetujuan ketua sebelum mengeluarkan uang, dan dapat berkoordinasi dengan anggota.

Peran Anggota
Kegiatan yang dilakukan Kelompok :
a. Mengikuti Pameran
b. Study Banding
c. Mengikuti Pelatihan
d. Menjual Jasa Menghias
e. Perawatan Bunga

Karakteristik Anggota
a. Umur Umur adalah lamanya hidup anggota sampai pada saat penelitian dilakukan,  dinyatakan dalam satuan tahun

  1. Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan diukur dengan pendidikan formal tertinggi yang
    dicapai anggota kelompok di sekolah atau lembaga pendidikan formal.

Dalam pemeliharaan tanaman anggota kelompok menggunakan teras rumah atau halaman rumah sebagai lahan pemeliharaan tanaman dan menggunakan pot sebagai media tanam, bahkan didalam pengunaan teras rumah ini masing-masing anggota diwajibkan untuk menggunakan teras rumah agar dapat terkontrol dengan baik. Dengan demikian luas lahan yang digunakan oleh masing-masing anggota bervariasi ada yang luas teras 3 sampai 5 meter dan anggota kelompok menyusun pot yang berisi bunga  dan sayuran dengan cara menggunakan panggung bertrab dan ada juga yang telah mengunakan sistem Hydroponik.

Penggunaan Sarana Produksi
a. Benih

khususnya benih paling banyak di usahakan sendiri, sebagian membeli benih dari luar dengan mengambil hasil yang baik untuk di jadikan benih sebelum di jual dan juga mendapatkan dari bantuan Dinas Pertanian saat mengikuti Pelatihan atau kegiatan sejenis.

  1. Pupuk
    Penggunaan pupuk oleh anggota untuk tanaman hias ataupun sayuran diperoleh dari membeli dan pengadaan sendiri melalui pembuatan pupuk kompos dari tong komposer ataupun keranjang tasimura . Pengunaan  pupuk kandang, kompos dan pupuk organik dengan memperhatikan kesesuai kebutuhan tanaman atau besar-kecilnya pot/tanaman.

Perlu adanya kesadaran diri dari masing-masing anggota maupun pengurus dalam keterlibatan disetiap program kerja yang disepakati bersama dalam rapat agar dapat
menghasilkan bibit bunga ataupun sayuran yang baik tanpa mengambil dari luar kelompok. Bahkan setiap individu juga bertanggung jawab terhadap bunga yang ada.

Memperhatikan kemanfaatan yang luar biasa dari tanaman Toga Kelompok Tani Melati juga membudidayakan penanaman Toga atau obat – obatan pada seluruh kader di wilayah Kelurahan Polehan. Dengan mewajibkan setiap wilayah RT di seluruh RW untuk mengalakan dan mewajibkan penanaman Toga. Hal inipun juga digiatkan pada lembaga pendidikan yang ada di kelurahan polehan sebagai sarana pembelajaran.